Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Tuesday, January 28

Baduy Trip

Sewaktu lagi rebahan sambil scrolling facebook, gua menemukan postan tentang ajakan share cost ke Baduy. Dari dulu gua udah memimpikan untuk bisa pergi ke salah satu desa yang masih primitif di berbagai belahan Indonesia. Namun saja, untuk saat ini baru kepikiran untuk berkunjung ke kampung naga yang ada di Garut dan ke suku baduy yang ada di Lebak, Banten karena lokasinya yang cukup dekat dari tempat gue tinggal.

Baduy merupakan suku pedalaman yang berada di Provinsi Banten. Ditengah modernnya dunia sekarang ini, suku tersebut masih mempertahankan kearifan lokalnya dengan memegang erat teguh adat dan budayanya sehingga tidak menggunakan perkembangan teknologi dalam menjalankan hidup. Suku Baduy ini dibagi menjadi Baduy luar dan Baduy dalam. Pada kesempatan kali ini, gue mencoba Baduy luar. Keduanya sama - sama bermukim ditengah hutan dan tidak menggunakan listrik. Cuma bedanya, Baduy dalam ini lebih ketat lagi peraturannya, tidak boleh menggunakan hape dan menggunakan barang kimia seperti sabun, dll. Selain itu, di baduy dalam juga tidak adanya proses jual beli barang, mereka semua masih melakukan barter dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Gua bersama orang - orang yang baru kenalan di stasiun rangkas bitung, memulai perjalanan menggunakan elf dari stasiun sampai ke area baduy. Sampai stasiun gua pikir daerah Banten tuh dingin ya, gua udah persiapan pake sweater dan taunya baru keluar stasiun aja panasnya pol padahal baru jam sepuluh pagi. Dari  stasiun, tujuan utama yang akan dikunjungi adalah jembatan akar. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam. Di tengah perjalan tuh tiba - tiba hujan deras, dan elf nya bocor atapnya. Haduh suek banget deh asli, yang lain pada melindungi diri pake ponco lah gua buka payung di elf krn gabawa ponco. Udah gitu jalanannya kan naik bukit turun lembah ditambah supir elf yang sesuka hatinya aja bawa elfnya jadi terpontang - panting. Lengkap deh penderitaan gua di awal perjalanan.

Jembatan akar ini emang bagus banget, worth to visit kalo ke Baduy meskipun total trekking pp dua jam. Ini juga kebayang kan jalanan setapak terus licin karena hujan dan naik turun tanjakan yang sangat ekstrim. Kaki gue untungnya kemarin udah sempet latihan jalan - jalan di Jogja. Jadi tetep aja ya capek banget betis gua, tapi untung aja sih gak keram, bahaya. Sepanjang perjalanan tuh pemandangannya hutan. Belom ngeliat rumah baduy nya sama sekali, cuma sering banget ngeliat anak - anak yang mikul banyak duren di pundaknya. Dan ternyata jalur trek tersebut memang bukan pemukiman suku baduy tapi area perkebunan. Anak - anak tersebut hebat banget, gue ngelawatin jalur trek cuma bawa diri sama payung aja udah repot maksimal tapi beda dengan anak - anak yang keren itu. Fyi, anak - anak baduy tersebut tidak diperbolehkan untuk sekolah tetapi mereka semua masih bisa diajak ngobrol bahasa indonesia, walaupun gak lancar banget.

Setelah dari jembatan akar, langsung berangkat lagi ke Terminal Ciboleger menggunakan elf. Terminal tersebut merupakan parking lot dan start sebelum memasuki kawasan suku baduy. Sampe sini udah Maghrib, dan masih dalam kondisi hujan kita lanjutkan night trekking selama sejam. Ini pikiran gua udah semerawut banget dengan kondisi badan yang basah, pegel, capek, dan pengen rebahan. Jalannya ini bener  bener nanjak dari start sampe kawasan pemukiman rumah. Ya, tanah datar tuh paling cuma beberapa langkah dan dilanjutkan kembali nanjak. Licin banget itu tanah ditambah lagi gelap banget cuma modal senter hape yang cuma buat nerangin langkah kaki. Pas sampe depan rumah baduy, first impression gua: gelap. Emang se ngga ada penerangan itu kecuali senter. Disini gua bingung banget, badan keringetan dan kecampur air hujan. Udah gak enak banget, mau mandi tapi jauh banget coy harus turun lagi ke bawah. Jadinya gua ganti baju aja dan dioles dikit lah badan pake tissue basah terus cuci muka dengan persediaan air gua yang melimpah. Nah ini sih, yang bikin beban gue bertambah pas trekking nanjak itu bawa aqua 2 liter + cemilan alfamrat pas di terminal.

Keesokan harinya, sekitar jam 8 pagi kita eksplor tempat yang wajib dikunjungi juga yaitu jembatan gantung dan beberapa tempat terkenalnya di Baduy. Ini perjalanan melelahkan banget, satu jam trekking ditambah kondisi jalan yang harus hati - hati dengan kondisi jalan yang masih basah. Keprosot tuh udah jadi hal yang biasa banget. Istirahat setiap dataran atau tempat untuk duduk udah jadi hal yang sangat ditunggu bagi setiap orang. Dan seperti biasa masih banyak bertemu anak - anak baik itu cewek maupun cowok yang memikul durian lebih dari lima buah. Dan harga ongkos kirim dari kebun sampai ke terminal adalah 500rupiah per duriannya. Ini agak sedih gimana gitu ya. Nah, kalo yang remajanya atau bapak - bapak membawa kayu - kayu besar dan juga bawaan pengunjung (as porter). Mereka ini super strong banget, gue salut banget sama mereka yang pekerja keras.

Ini beberapa foto terbaik yang gua ambil selama perjalanan pagi itu. capek iya, pengalaman dapet, temen juga dapet, dan seneng banget bisa melihat kehidupan dari sisi yang berbeda. Pokoknya gue bakal menjelajah tempat - tempat keren yang ada di Indonesia lagi.
 
 

Dan ini beberapa orang selama perjalanan Baduy luar.
 


So, buat temen - temen yang mau kesini harus menyiapkan kondisi fisik dan tentunya teman perjalanan. Karena biar lebih murah dan perjalanan yang lebih bermakna. Jangan lupa untuk membawa barang sedikit mungkin mengingat trekking yang cukup kejam jalannya. By the way guys, durian disini bener - bener murah dan manis rasanya. Cocok banget buat dibawa oleh - oleh tapi baiknya dipakein tupperware aja biar gak ribet. Sebagai orang yang gak suka durian, gue cuma bisa melihat reaksi temen - temen yang makan durian dengan penuh kenikmatan.
-

Dari sini gue sadar bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu tidak mudah, butuh perjuangan ekstra untuk mendapatkannya dan tidak lupa untuk selalu tetap bersyukur dalam kondisi apapun. Empat jam trekking total perjalanan ini juga mengajarkan gua untuk tetap berolahraga sampai nanti sudah tua. Kebetulan trip gua ini tuh ada nenek gaul gitu yang umurnya sudah 60 tahun yang masih kuat aja tuh menanjak dengan trekking pole kesayangannya. Jangan kalah deh. Terus juga harus lebih berbaur dengan alam, bersahabat dengan alam untuk tidak merusak lingkungan alam agar dapat mencapai keseimbangan antar alam dan manusia.
Share:

Sunday, January 28

Bound to Malang

Yep after so many projects and tasks yang buat kepala selalu pusing ditambah lagi beban matkul yang tiap semester makin susah, akhirnya berhasil juga gua lewatin HAHA yaa walaupun di satu sisi gua mendapatkan nilai matkul yang mutlak mengulang dan pada akhirnya ipk gua fell down drastically. Omg ramdan, i hope your brain can still work properly. really. Lanjuuuut.......

-

Jadi ceritanya di awal tahun gua sudah sangat sibuk mengerjakan beberapa tugas himpunan mulai dari grand design, beberapa poster dadakan, references, dan masih banyak dah pokoknya. Emang himpunan gue itu every things must work perfectly, sebisa mungkin minimalkan kesalahan lah pada intinya. Terutama dalam tugas di dalam proker yang dijalanin. Hal ini nih sebenernya yang dibutuhin pas udah terjun ke dunia kerja, salah satu soft-kill yang belum tentu didapatkan dari mata kuliah selama di kampus. EH lupa himpunan itu kan sudah seperti matkul karena menyita waktu 4 sks perminggu:)

Akibat tekanan dari banyaknya prokernya yang sudah diikuti selama beberapa bulan terakhir, pelampiasan yang tepat untuk mengurangi kepenatan hati dan pikiran adalah dengan cara traveling. Ya, dengan mengunjungi sebuah tempat, dan tentunya tempat yang baru dapat memberikan sebuah ruang dalam menenangkan berbagai jenis pikiran yang ada sembari kita refreshing.
.
.
Untuk perjalanan yang gue tuju yaitu adalah sebuah kota yang terletak di ujung timur pulau jawa. Walaupun gak paling ujung banget, namun perjalanan yang ditempuh sangat jauh dan memakan waktu cukup lama. Malang. Merupakan salah satu kota yang memiliki panorama alam yang sangat indah, terkenal dengan kota paling ramah bagi para wisatawan yang datang. Pada trip kali ini gua ditemani sekumpulan teman yang sangat seru nan absurd yang membuat pengalaman trip ini jadi lebih berharga untuk dikenang. So, gua bakal highlight berbagai hal selama di Malang.


How to Get There
Meeting point dari Jakarta, tepatnya stasiun pasar senen perjalanan dilakukan melalui jalur darat tepatnya menggunakan kereta api MATARMAJA. Ini kereta api legend banget, bener - bener 16 jam duduk di kereta (ofc, gak cuma duduk ya). Berangkat sore nyampe pagi besoknya. Gila gak tuh semaleman di kereta ekonomi; alhasil kepala sm punggung rasanya udah tiada tara. Belom lagi kaki kretek - kretek.

Pertimbangan sebelumnya, pernah berpikir untuk upgrade kereta api ke kelas eksekutif, namun setelah dibandingkan dengan tiket pesawat yang tidak terlalu jauh harganya. Harga tiket kereta eksekutif yaitu 550k sedangkan pesawat paling murah 585k. Hasilnya kita kembali menurunkan hasrat untuk naik kelas eksekutif menjadi ekonomi yang resikonya lebih besar ditanggung kepada anggota tubuh masing - masing. Memilih kereta ekonomi sebagai transportasi perjalanan menurut gue memberikan pengalaman yang luar biasa yang tidak terlupakan.


Accomodation

Thanks to Insan yang sudah mengakomodasikan tempat penginapan yang nyaman dan aman dengan berbagai hidangan makanan yang lezatos dan Dinda yang menyediakan kendaraan untuk mengantarkan kita semua mengexplore Kota Malang dan Batu. Dua guys tersebut sangat membantu sekali dalam keperluan - keperluan pokok selama di Malang.


Tourist Attraction

So here are beberapa tempat yang dikunjungi selama trip di Malang:

1. Museum Brawijaya
Museum Brawijaya merupakan salah satu destinasi pertama setelah kita sudah sampai di Kota Malang. Nyampe penginapan sekitar jam 8, jam 10 udah berangkat lagi. Hebat emang. Museum ini terletak dipusat Kota Malang menjadikan destinasi ini banyak dikunjungi oleh wisawatan terutama karya wisata anak sekolahan. Untuk harga tiket masuknya sebesar 5.000 dan bisa berkeliling museum sepuasnya. Tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi karena dapat mengetahui dan membayangkan bagaimana kondisi saat perjuangan pada jaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai koleksi - koleksi yang memiliki nilai sejarah tinggi.

2. Alun - Alun Kota Malang
Alun - Alun Kota Malang sangat strategis lokasinya sehingga mudah untuk dikunjungi. Tempat yang cocok untuk chill out bersama teman, apalagi di sore hari. Alun - Alun Kota Malang dikelilingi oleh banyak pepohonan yang rindang dan terkadang puluhan burung merpati terbang disekeliling alun - alun kota ini. Jika waktunya tepat, terdapat pertunjukan air mancur di tengah - tengah tamannya. Overall alun - alun ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi selama di Malang, kalian dapat menemukan banyak jajanan dan menikmati suasana Kota Malang yang sangat rindang. Belum lagi bertemu dengan warga Malang yang sangat ramah terhadap wisatawan.

3. Bromo
Dalam perjalanan ke Bromo, kita menggunakan tour untuk mempermudah urusan perjalanan. Jadi banyak sekali tour Bromo yang kalian bisa approach dengan variasi harga dan itinearty yang ditawarkan berbeda. Tinggal pilih yang sesuai dengan budget di kantong. Kita menggunakan salah satu tour yang menyewakan satu jeep dengan harga 800rb sudah termasuk tempat - tempat yang akan dikunjungi selama di Bromo dan penjemputan di meeting point kita berada. Untuk satu jeep isinya bisa sampai enam orang. Meeting point dari rumah saudara Dinda, kita berangkat tepat pukul 1 a.m menuju kawasan Bromo. Common tips: mengenakan pakaian yang tebal dilengkapi dengan syal + sarung tangan. Bener guys, perlengkapan tersebut bener - bener life hack selama berada di Bromo karena udara yang super amat dingin. Pro tips: kenakan jas hujan untuk ngeblock udara dingin yang masuk ke tubuh. Gila sih itu dinginnya sampe nembus ke rusuk.
Setalah sampai di Pos pertama di Bromo yaitu enter gatenya, kita menuju Sunrise point di Puncak Panjakan. Pagi itu bener - bener dinginnya gak bisa ditolerir. DINGIN BANGET. Tapi sayang banget kita gak mendapatkan sunrise, karena kondisi saat itu yang mendung dan berawan. So sad obviously:( Setelah dari Puncak tersebut, kita diantar menuju ke kawah bromo. Gue dan beberapa teman lain mencoba untuk menaiki ke kawah tersebut. Ini dari tempat parkir jeep, sampe ke atas butuh perjuangan yang besar karena perjalanan yang jauh dan ratusan anak tangga yang harus dilewati. Perjuangan yang besar tersebut akhirnya terbayarkan dengan melihat betapa indahnya Bromo dari atas.
Bukit Teletubis menjadi tujuan berikutnya setelah dari Kawah Bromo. Bukit Teletubis ini bagus banget, beneran se-indah itu pemandangan bukit - bukitnya. Ini merupakan tempat terbaik buat merasakan pemandangan hijau dan udara segara yang semeriwing. Good spot juga untuk mengabadika  moment dari kamera. Sebenernya ada satu destinasi yang kita lewati yaitu Pasir Berbisik. Tempat tersebut kita lewati karena hanya hamparan pasir yang cukup luas dengan papan bertuliskan pasir berbisik saja.


4. Pantai Clungup
Pantai Clungup terletak di Sendang Biru. Sekitar dua jam perjalanan menuju selatan dari Kota Malang. Pantai ini sepertinya kurang populer bagi wisatawan, karena mungkin letaknya yang cukup jauh dari Kota Malang. Alhasil, memang sampe pantai tersebut sangat sepi. Waktu itu hanya ada 3 rombongan termasuk kami yang mengunjungi pantai tersebut. Untuk mencapai bibir pantai, dari tempat parkir kita harus melakukan treking cukup lama dengan melewati tiga pos. Pos tersebut merupakan check point dan terdapat petugas yang menghitung banyaknya sampah yang dibawa oleh masing - masing pengunjung. Pantai ini ternyata juga merupakan hutan konservasi bakau, jadi sepanjang jalan memang banyak sekali tanaman - tanaman yang dilindungi dan dilestarikan.
Tiba di bibir pantai, ada beberapa warung sehingga kami dapat menitipkan berbagai barang sebelum bermain ke pantai. Ombak disana cukup tenang sehingga kami memutuskan untuk melakukan snorkeling. Terdapat tempat penyewaan alat di warung tersebut sebesar 30ribu. Kurang dari sejam di pantai tersebut, kami memutuskan untuk balik karena hari sudah semakin sore. Di perjalanan balik waktu itu hujan, akibatnya jalanan trek yang dilalui penuh lumpur semua. Butuh ekstra berhati - hati karena jalanan super licin. Untungnya, kami memiliki pemandu yang perhatian. Untuk biaya masuk area pantai sebesar 5ribu perorang dan pemandu sebesar 100ribu perombongan. Life tips: bawa payung dimanapun berada dan gunakan sendal yang proper ketika berwisata alam.


5. Museum Angkut
Rencana awalnya kita akan berkunjung ke Jatim Park 3, nah Jatim Park 3 ini merupakan theme park yang terpopuler di kota Batu. Namun karena kondisi saat itu sedang hujan dan mendapatkan infromasi bahwa beberapa wahana tidak dapat dioperasikan sehingga kita mengubah plan untuk berkunjung ke Museum Angkut. Harga tiket masuk perorang adalah 70ribu dan membawa kamera digital dikenakan charge sebesar 30ribu. Nah museum ini merupakan tempat yang menarik buat dikunjungin selain untuk tempat berfoto juga dapat menambah pengetahuan. Banyak sekali pajangan segala jenis angkutan darat, laut dan udara mulai dari sejarahnya angkutan sampai bentuk terkini dari angkutan tersebut. Di dalam museum dikelompokan menjadi berbagai zona, yang masing - masing zona menawarkan konsep yang berbeda. Mulai dari zona indoor maupun outdoor semuanya dipresentasikan dengan arsitektur yang keren.


That's not enough spending 3 days 4 night at Malang especially with them. Rasanya kurang banget, banyak tempat - tempat disana yang masih belum ke explore. Masih kurang mendengar candaan dan juga keseriusan serta keanehan dari masing - masing orang. Anyway satu bucketlist gue sudah terpenuhi ya, makan bakwan malang di kota Malang.


Thank's for this amazing trip guys, next stop please.
Share:

Sunday, January 8

Monday, August 15

Sunday, August 14

Pre - Bali

Dalam persiapan kurang dari sebulan segala tiket dan juga akomodasi sudah di reserved begitupun teman dalam perjalanan kali ini. Untuk tiket sendiri pertamanya saya book tiket kereta lempuyangan jogja – Banyuwangi baru seharga 94k, namun karena mendapat potongan dari cc menjadi 72.5k. setelah itu book tiket kepulangan dari bali dan memilih jalur udara. Saya mendapat pesawat lion air DPS - CGK seharga 530k setelah diskom 45k dari cc. dan for the last minute keberangkatan setelah pertimbangan saya book kereta untuk tujuan Jogja dari Jakarta. Dapatlah kereta Bogowonto dari Senen – Lempuyangan seharga 120k. karena ada miss-com sebelum memilih pesawat untuk jalur pulang, saya sudah terlebih dahulu reserved tiket kereta Banyuwangi – Surabaya gubeng seharga 100k. Karena tadinya saya pikir lebih murah menggunakan jalur darat, namun nyatanya tidak efisien. Well sayang sih cuma ini bakal dijadikan pelajaran untuk kedepannya agar lebih terorganisir.

Dan ini itinerary yang saya jalankan:

Day-1 (arrived Jogja)
- Turun dari bogowonto pukul
- Dijemput my cousin kemudian makan
- Istirahat dikostannya sembari menugas tugas ospek:)
- Ketiduran sampe malem (sayang banget kan gaeksplore)
- Makan malam diangkringan dekat the 101 hotel
- Mengunjungi taman edu dan pastinya monumen tugu jogja
- Meeting point dengan teman perjalanan



Day-2 (Banyuwangi i'm coming)
- Sampai stasiun lempuyangan pukul 05.00 a.m
- Persiapan keberangkatan kereta pukul 7.15 a.m
- DI KERETA 14 JAM 50 MENIT

kegiatan di kereta hanya: tidur - cerita - bercanda - playing music - tidur lagi.
((repeat))

pantat saya sudah tidak berasa saking teposnya
*p.s: makan di kereta agak pricy, 1 pop mie berharga 10k dan nasi goreng 23k
- Turun dari Sri Tanjung pukul 9.15 p.m di stasiun Banyuwangi baru
- Menuju Pelabuhan Ketapang dengan berjalan kaki sekitar 15 menit
- On board di kapal feri, tiket (6k)
- Penyebrangan selama satu jam



Day-3 (Bali bound)
- Gilimanuk Harbour at 01.00 a.m

- On the Bus Gilimanuk - Ubung for 3.5 hrs (40k)
* Ubung; bus terminal in Denpasar
- Mandi dan menunggu jemputan di terminal ubung (Mandi 5k)
 

- On the way to:
  1.Bukit Asahan
Sebuah bukit berlokasi di karangasem (2hrs frm denpasar) yang menawarkan pandangan
luas laut lepas bagian timur pulau bali and its exotis


  2.Tirta Gangga, ticket (20k)

Objek wisata pura yang terdapat mata air yang dianggap suci dan air mancur yang indah
dengan melekatnya tradisi bali di setiap are lokasi tersebut.


- Back to hotel, berlokasi di Legian
- Srolling around at sepanjang jalan legian
(feeling good at the atmosphere of bali night life)



Day-4 (exploring bali)
- Breakfast at hotel
- Visiting Gianyar Regency
- Tegalang Rice fields (10k)
areal persawahan yang menarik turis. disini wisatawan diperlihatkan bagaimana
keseimbangan antar alam dan manusia dalam menjalankan sebuah kehidupan


- Titra Empul, ticket (15k)
komples pura hindu Bali yang terdapat air suci dan dipercaya dapat menyucikan tubuh
dengan membasuh tubuhnya dari air yang mengalir dari pancuran.


- Desa Panglipuran, ticket (15k)
sebuah desa yang terdapat di gianyar dimana sangat kental sekali kebudayaan balinya.


- Shopping at Sukawati Market
pasar tradisional ini memang terkenal dengan berbagai jenis handycraft unique
and affordable khas dari bali

#Tips from me is pinter-pinternya nawar barang ya#
karena terkadang harga yang ditawarkan dilebihkan dari harga normalnya.

- Menjelajah Kuta sampe kaki mati rasa


Day-5 (beach time!)
- from Kuta we move to explore the south of the island
- Melasti Beach
pantai yang terletak di ungasan tepatnya ujung selatan pulau bali. Layaknya pantai pandawa,
tebing - tebing tinggi yang terdapat di pinggir pantai menambah keindahan pantai ini.


- Green bowl beach

untuk sampai ke mulut pantai ini sangat membutuhkan perjuangan. Karena tempat parkir
kendaraan yang berada diatas tebing. Barangkali lebih dari 200 anak tangga yang harus
dilalui untuk sampai kebawah. but heck the panorama was sooo dramatic. dan pantai ini juga
+ belum terlalu ramai dikunjungi


- Pandawa beach
masih dalam lokasi southern of Bali. Sepanjang jalan Ungasan. Mirip pantai Melasti. 
Bagus sekali tp sudah ramai.

- Kuta beach

dan akhirnya di hari terakhir di bali dapat menikmati sunset di kuta. Hari - hari sebelumnya
emang gapernah kekejar mau sunset di pantai. yang biasanya cuma melihat scene ftv dengan
latar sunset di kuta, sekarang kesampean secara langsung menikamtinya.
(maklum it was my first time to go here)

Day-6 (coming home)
- Heading to the airport at 10.40a.m
- Took 1.45 hrs flight
- Safely landed in J-town.
- Bye Bali


Share:

Monday, April 20

Trip To Belitung Island


Indonesia, sebuah negeri yang memiliki kepulauan yang sangat luas. Terdiri dari gugusan pulau yang membentang dari Sabang hingga Marauke. Kepulauan yang indah dan juga asri menjadi ciri khas dari tiap pulau yang terdapat di Indonesia. Banyak sekali pulau - pulau dengan keindahanya menarik para wisatawan untuk dikunjungi. Salah satunya pulau Belitung. Ya, Belitung yang terletak paling timur bagian sumatera memiliki berbagai keindahan alam yang ditawarkan. Pada pos kali ini i will let you to know my experience visiting one of the beauty islands which is Belitung.

(16 April)
At 4 a.m. i left my home to the airport. It's super early morning! but the benefit is no fucking traffic. My flight was on schedule at 6.00 a.m luckily it wasn't delay. Only took less than an hour to landing in Belitung airport. Heres the view from my plane window: It's cloudy.


Arrived in Belitung. Cant wait to xplore this island. Tanjung Pandan, which is the capital of the city. Because we haven't had breakfast yet, kita mampir ke sebuah kedai favorit yang menjual Mie Belitung. Kedai makan favorit tersebut adalah "Mie Belitung Atep" katanya sih salah satu kedai favorit di Belitung. Sekilas memang terlihat seperti bakmi biasa, namun yang membedakannya adalah cita rasanya yang nikmat. Cukup merogoh kocek harga 15k dapat langsung menikmati mie yang dicampur dengan ketimun, kentang, emping dan kuah kental berbahan udang. heres the pap -


Setelah makan, perjalanan kami lanjutkan untuk mengunjungi daerah Belitung Timur yang ditempuh dengan jarak +-75 km dari pusat kota Tanjung Pandan. Tempat pertama yang kami kunjungi yaitu SD MUHAMMADIYAH GANTUNG. Yep bangunan ini pasti udah ga asing lagi bagi kalian. Bangunan yang dulu dijadikan replika tempat belajar oleh ikal dan kawan-kawan sekarang berkembang menjadi tempat wisata yang memiliki nilai sejarah. Tidak banyak yang dapat diliat dari sekolah ini, karena hanya terdapat 2 sekat kelas dan segelintir perlengkapan kelas menghiasi bilik tersebut. Hamparan pasir putih dan diselingi beberapa pohon disekitar pakarangan layaknya mempertegas situs peninggalan sekolah ini. Dari bangunan ini kita dapat membayangkan bagaimana kondisi sekolah-sekolah yang ada di pelosok tanah air. Ini hanya satu contoh kecil dari sekian banyak sekolah yang ada. Lagi-lagi saya harus  lebih bersykur sudah mendapatkan fasilitas sekolah yang memadai:)



Next, kurang lebih 15 menit perjalanan dari sekolah, kami tiba di Museum Kata Andrea Hirata. Pada dasarnya museum ini hanya sebuah bangunan rumah tradisional berkhmelayu tepat disebuah pedesaan Gantong. Kekhasan dari museum ini adalah terpampangnya berbagai macam karya sastra dari berbagai renowned author Indonesia. Banyak sekali kata-kata khas dari author yang bisa memotivasi semangat dalam menjalani hidup. Di berbagai sudut ruangan juga diselingi frames dari scene Laskar Pelangi yang gambarnya sangat bermakna. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk memasuki museum ini, hanya saja apabila kita mendukung untuk membangun museum ini, bisa merogoh kocek seikhlasnya. Overall museum ini sangat unik sekali, kesederhanaan yang dibuat memiliki arti bagi pengunjung yang datang.




Jadi kurang lebih gambaran jalan di Belitung seperti ini. Jalanan besarnya hampir semua sudah di aspal, banyak pekerja-pekerja juga yang sedang membereskan pengaspalan di beberapa ruas jalan besar. Namun disini sangat minim bangunan dan tidak ada kata macet. Kanan kiri masih ditinggali perkebunan maupun semak belukar yang sesekali didiami rumah-rumah warga dan banyak juga titik bekas tambang timah. 


(17 April)
Saatnya menjelajah lautan Belitung. Hoping Island! Yep tema perjalanan hari ini. Start dari Tanjung Kalayang untuk sewa kapal sekitar 400k – 500k untuk 5-10 orang. Dan sudah diantar ke berbagai pulau - pulau yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan. Makanya kalo mau hoping island, sebaiknya ramai-ramai biar share cost hehe. Nah ini di bibir pantai banyak kapal yang sudah ready mengantar penumpang untuk mengarungi lautan Belitung.



Pulau pertama yang dilewati yaitu pulau burung (sorry no pic im so busy with the atmosphere at there) FYI, memang di pulau kecil itu ada batu yang mirip dengan burung. tapi sayang banget im not going to there. As replacement, I have a picture that shows the power of blue.


Pulau Kedua yaitu Pulau Batu Berlayar. Disini sempat turun untuk merasakan bagaimana berdiri di pulau yang mungil dan melihat lebih dekat bebatuan nan indah yang terdapat di pulau ini. Tidak heran Belitung menjadi tempat wisata favorit karena menyimpan banyak sekali keindahan alam di dalamnya. Makanya sayang sekali kalo tidak mengabadikan momen keindahan ini.


Pulau Ketiga adalah identiknya Belitung. Pulau Lengkuas, well memang dari kejauhan beberapa ratus meter sebelum pulau sudah terlihat sebuah mercusuar putih yang kokoh berdiri diujung sana. Setibanya di pulau itu, gw sangat terpukau atas keindahan yang disuguhkan oleh pulau tersebut. Pantai pasir putih dengan biru segar laut ditambah hiasan bebatuan besar sangat memanjakan mata kala itu. Kesan pertama saat melihat mercusuar directly “wtf setinggi ini? Pasti bakal keren di atas sana!” Punya impian kalo liat mercusuar entah itu di travelblog atau tv, harus bisa nyampe right at the top. Dan ternyata alhamdulillah terkabul meskipun gua salah taktik & there is “mistis” experience that I've got. What a precious moment!

           
Looking new hope in natuna sea. You will say this is wonderful, won’t you? 



Habis itu kita lanjut 1 pulau lagi untuk have a lunch. Terdapat gazebo besar yang memang digunakan para wisatawan untuk beristirahat ataupun bersantap makanan. Karena menggunakan tour, kami sudah disiapkan every little things. Tentu saja makanan kali ini berbau seafood. Pas lagi makan ini kejadian gak enak terjadi, flight schedule yang harusnya besok pukul 4 p.m dimajukan menjadi 7 a.m due to citilink’s operations. Good, padahal besok masih ada beberapa tempat lagi yang harus dikunjungi malah gajadi. The view:


Tak lama kemudian kita kembali lagi ke tempat pemberangkatan awal (Tanjung Kalayang) dan menandakan hoping Island pun berakhir.

Setelah itu, kita mengunjungi Bukit Berahu. Untuk mencapai bukit ini, diperlukan keuletan supir untuk menanjak bukit ini. Disini terdapat resort dan restaurant yang menyediakan berbagai macam pilihan makanan & minuman. Pemandangan yang diperlihatkan bukit ini sangatlah impresif. Biru laut yang membuat hati menjadi tentram dan desiran angin yang memberi kesan sejuk. Kita dapat melihat luasnya lautan sampai berpuluh km disana.



Satu destinasi terakhir sebelum mengakhiri trip di Belitung kali ini adalah Pantai Tanjung Tinggi. Pantai yang dijadikan sebagai tempat syuting film Laskar Pelangi ini memang menakjubkan. Seperti halnya dengan pantai lain, batuan besar yang tersebar di beberapa titik pantai menghasilkan sebuah keindahan yang luar biasa. Banyaknya batuan granit hitam ditambah hamparan pasir putih dan juga beningnya biru laut membuat semakin mager untuk move dari tempat yang bagus ini. Rasanya ingin sekali membawa batuan itu untuk pajangan dirumah..... walaupun gak mungkin karena besar. hehe

Malam harinya kami menikmati makan malam di Ruma Makan Belitong Timpo Duluk. Kita bacanya tempo dulu aja ya. Terletak masih di Kota Tanjung Pandan. I higly recomended this restaurant karena tempatnya yang pas banget buat merasakan sensasi berada di jaman dulu, selain itu juga masakan yang disajikannya pun enak. Di dalam restaurant juga terdapat beberapa benda-benda antik yang sengaja dipasang untuk menarik hati konsumen. meja kursi dan juga peralatan yang didesain sedemikian rupa membuat konsumen betah untuk menyantap makanan khas setempat. Hiasan tempo dulu yang menempel di dinding dan sangat menarik untuk diabadikan melalui kamera smartphones.



Such a very tired day.

But it means what u got is balance for what you see. The beauty of this island will be reminded in my heart. Hoping someday i'll back soon to Belitung (cuz there are still lot of places that i havent visited yet). Wait for me belitung!


(18 April)

6.30 a.m kami check out dari hotel menuju airport. The aircraft was already parked in the taxiiway. Berat hati rasanya untuk meninggalkan this beautiful island...


Thank You For Your Treat Belitung!
Share: